Tampilkan postingan dengan label Pembiayaan UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembiayaan UMKM. Tampilkan semua postingan

Sarjana wirausaha mulai diberi permodalan

Posted by Gema Bina Mandiri On Kamis, 02 September 2010 0 komentar

JAKARTA Program 1.000 Sarjana Wirausaha Baru yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM tahun ini telah mencapai 67%, dari sasaran dan sebagian diantaranya sudah difasilitasi dengan menyalurkan permodalan usaha. Neddy Rafinalldy Halilm, Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, menjelaskan meski demikian pihaknya terus berupaya meningkatkan kinerja, termasuk sosialiasi maupun pelatihan.

"Program 1.000 Sarjana Wirausaha Baru itu sebenarnya hanya menjadi tema besar program, sedangkan target sebenarnya adalah menciptakan wirausaha dari kalangan terdidik dalam jumlah tidak terbatas," ujarnya kemarin. Sosialisasi dilakukan melalui dua skema, yakni terhadap para sarjana yang baru lulus, dan terhadap mahasiswa yang masih aktif. Untuk sosialisasi bagi alumnus sudah mencapai 7.200 orang sedangkan sosialisasi bagi mahasiswa mencapai 8.000 orang.

Menurut Neddy, sampai saat ini para alumni yang telah mengajukan proposal permodalan dengan sektor usaha berbeda-beda, mencapai 1.600 orang. Namun, yang telah diberikan pelatihan terhadap kewirausahaan, mencapai 674 orang atau sekitar 67%.

Meski demikian, dari jumlah 674 yangsudah menerima pelatihan, yang benar-benar telah menerima bantuan permodalan baru 70 orang. Dana yang diserap dalam program ini sekitar Rpl miliar. Adapun modal yang mereka ajukan sangat bervariasi muai dari Rp5 juta, RplO juta hingga Rp25 juta.

Keperluan para calon wirausaha sarjana tersebut disesuaikan dengan bidang usahanya masing-masing. Sekitar 213 sarjana tengah menunggu proses pencairan permodalan kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM.

"Jika mereka sudah melengkapi berbagai dokumen untuk merealisasi penyaluran permodalan, kami akan segera men-cairkannya," kata Neddy.

Terkait dengan sosialisasi yang diberikan kepada mahasiswa, tidak terkait dengan penyediaan permodalan. Sosialisasi dimaksudkan sebagai satu sarana agar pola pikir mereka bisa berubah dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

"Langkah sosialisasi perlu dilaksanakan secara dini, agar mereka para mahasiswa tetap fokus pada agenda kerja pemerintah untuk menciptakan para wirausahawan dari kalangan terdidik strata sarjana atau Sl."

Jumlahnya agenda sosialisasi telah melampaui target, karena secara keseluruhan sudah 15.000 orang. Program ini diusung Kementerian Koperasi dan UKM untuk meningkatkan aktivitas perekonomian nasional serta mengurangi angka pengangguran dari kalangan terdidik.

Sumber : Ref: Bisnis Indonesia, KeMenKop dan UMKM --> Written by Artikel --> Wednesday, 01 September 2010 02:36


UMKM Sumbang 50 Persen PDB Indonesia

Posted by Gema Bina Mandiri On 0 komentar

JAKARTA, Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ternyata penyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar Indonesia. Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, UMKM menyumbang 50 persen PDB Indonesia. "Usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan pilar perekonomian Indonesia. UMKM sumbangannya 50 persen terhadap negara bila dilihat dari GDP (gross domestic product)," kata Hatta di Jakarta, akhir pekan lalu.


Penyaluran Kredit Meningkat Rp 7,3 Triliun Dalam Sepekan

Posted by Gema Bina Mandiri On Kamis, 26 Agustus 2010 0 komentar

penyaluran-kredit
TEMPO Interaktif, Jakarta --Penyaluran kredit perbankan mengalami peningkatan Rp 7,34 trilun dalam sepekan terakhir. "Rentang suku bunga dasar kredit industri perbankan turun 5 basis poin," Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah melalui surat elektronik, 26 Agustus 2010.

Sejak awal tahun hingga pekan ketiga Agustus ini , kredit tumbuh 11,85 persen dibanding periode yang sama tahu lalu, pertumbuhan sudah mencapai 19,5 persen.

Suku bunga dasar kredit rupiah turun dari 5,91 persen menjadi 5,85 persen. Turunnya suku bunga dasar kredit rupiah disebabkan turunnya bunga bank swasta sebesar 9 basis poin.

Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bank kecil yang turun 12 basis poin. Bank besar mengalami penurunan 7 basis poin dan bank menengah tidak mengalami perubahan.

Peningkatan kredit juga diiringi naiknya dana pihak ketiga. "Setelah turun selama dua minggu terakhir, DPK naik cukup besar," kata Difi. Dana pihak ketiga tumbuh sebesar Rp 11,03 triliun atau tumbuh 5,04 persen sejak awal tahun. Pertumbuhan tahunan dana pihak ketiga  mencapai 14,52 persen.

Kenaikan dana pihak ketiga berasal dari rupiah sebesar Rp 7,76 triliun dan valas Rp 3,27 triliun. Kenaikan terbanyak berasal dari giro sebesar Rp 10,38 triliun dan deposito Rp 2,05 triliun. Tabungan justru mengalami penurunan sampai Rp 1,4 triliun. "Kenaikan giro terkait meningkatnya penyaluran kredit dan transaksi nasabah besar," kata dia.

FAMEGA SYAVIRA

Sumber: Yahoo News, Tempo - Kamis, 26 Agustus 2010


KeMenkop Minta Pemda Kembangkan Sumber Pembiayaan UMKM

Posted by Gema Bina Mandiri On Jumat, 20 Agustus 2010 0 komentar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan UKM meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk secara simultan mengembangkan sumber pembiayaan bagi UMKM di daerah.
"Hal itu karena peran Pemda dan para pemangku kepentingan serta kebijakan di daerah dalam pengembangan UMKM sangat vital," kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop, Agus Muharram, di Jakarta, Jumat, dalam acara Temu Nasional bertema Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dan Stakeholder di Daerah dalam rangka Meningkatkan Efektivitas Penyelenggaraan Pembiayaan bagi UMKM di Daerah.


50% Bantuan UKM tersalurkan

Posted by Gema Bina Mandiri On Kamis, 29 Juli 2010 0 komentar

JAKARTA Kementerian Koperasi dan UKM memastikan penyaluran dana bantuan sosial bagi pemberdayaan sekitar 2.600 kelompok pemuda dan wanita pelaku usaha mikro, sampai saat ini sudah terealisasi sekitar 50%.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, mengatakan belum bisa memberikan angka detail penerima dana bantuan itu berdasarkan kelompoknya,.yakni pemuda dan wanita.

"Yang pasti, kami telah merealisasikannya sekitar 50% untuk tahap pertama. Jumlah pasti kelompok wanita maupun pemuda yang sudah menerima, akan kami pastikan beberapa hari ini," katanya, kemarin.

Sumber : Bisnis Indonesia, KeMenKop dan UMKM