Tampilkan postingan dengan label Kredit Usaha Rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kredit Usaha Rakyat. Tampilkan semua postingan

Koperasi simpan pinjam diajak salurkan KUR

Posted by Gema Bina Mandiri On Kamis, 02 September 2010 0 komentar

JAKARTA Pemerintah akan mengoptimalkan peranan koperasi simpan pinjam maupun unit simpan pinjam (KSP/USP) di seluruh provinsi untuk mendongkrak penyaluran permodalan UMKM melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi, Choirul Djamhari, mengatakan optimalisasi KSP/ USP merupakan instruksi langsung dari Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan.

"Keterlibatan itu tentu saja melalui linkage program antara perbankan penyalur KUR dengan KSP/ USP. Oleh karena itu, kami tengah melakukan klarifikasi terhadap calon-calon KSP/USP yang memiliki track record atau jejak rekam yang layak masuk linkage program," ujarnya kemarin.

Khusus di Jawa Tengah yang menjadi salah satu daerah terbesar serapan dana KUR melalui BPD Jateng, Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan sekitar 65 unit KSP/USP bisa dijadikan mitra dalam linkage program.

Menurut Choirul, jika rata-rata provinsi memiliki sekitar 60-65 KSP/USP, penyaluran KUR dengan angka optimal akan tercapai.
Kendati demikian pihaknya masih akan mendata unit-unit yang layak untuk disinergikan dengan perbankan, khususnya BPD.
Sejak awal tahun ini 13 BPD turut mendukung perluasan penyaluran KUR, menyusul enam bank yang sebelumnya menjadi pelopor, yakni Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Bukopin, Bank BTN sertra Bank Syariah Mandiri.

Di satu sisi, KSP/USP mulai bersemangat menjadi penyalur KUR setelah Menko Perekonomian selaku Ketua Tim Komite Kebijakan KUR, mengumumkan kenaikan plafon linkage program menjadi Rp2 miliar dari sebelumnya Rp1 miliar.

Rp1,2 triilun

Wakil Ketua Umum Koperasi Simpan dan Jasa (Kospin Jasa) Andy Arslan menyambut baik rencana pemerintah melibatkan KSP dan USP sebagai mitra penyalur dana KUR.

"Saat ini kami telah menyalurkan dana sekitar Rp 1,2 triliun kepada UMKM, dan rekam jejak ini tentu sangat pantas menjadi penyalur. Syukurlah jika pada akhirnya KSP/USP mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk berpartisipasi dalam program KUR," papar Andy Arslan.

Dari penyaluran dana itu, sekitar 90% dialokasikan kepada debitur dengan rata-rata kredit Rp1 juta.
Dengan demikian, sejak awal pemerintah sudah seharusnya menggandeng Kospin Jasa menjadi penyalur KUR.
Seluruh dana yang disalurkan bersumber dari modal sendiri sehingga pemerintah tidak perlu khawatir terhadap reputasi Kospin Jasa. "Menurut saya, Kospin Jasa bahkan layak dijadikan proyek percontohan dengan reputasinya," ujar Andy.

Pemerintah juga berencana memverifikasi KSP/ USP di setiap provinsi menjadi mitra perbankan dalam linkage program.

Sumber : Ref: Bisnis Indonesia, KeMenKop dan UMKM --> Written by Artikel --> Wednesday, 01 September 2010 02:32


Genjot KUR sesuai target Persyaratan kredit kini lebih longgar

Posted by Gema Bina Mandiri On Kamis, 26 Agustus 2010 0 komentar

JAKARTA Bank penyalur KUR diminta menggenjotpenyaluran pada sisa akhirtahun ini untuk mengejar targetminimal Rp15,5 triliun setelahpersyaratan kredit direlaksasi. Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan hingga saat ini total penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) baru mencapai Rp6,5 triliun. Padahal target maksimal itu seharusnya Rp 18 triliun selama tahun ini dan minimalnya Rp15,5 triliun.

"Kalau semester pertama lambat, karena masih ada hambatan. Sekarang sudah ada relaksasi, jadi diharapkan bisa tumbuh sesuai target, setidaknya capai target minimal," katanya di sela-sela acara Gelar Karya Mitra Binaan Mandiri, kemarin.

Menurut Mustafa, dari total target penyaluran kredit itu, PT Bank Mandiri Tbk mendapatkan plafon untuk menyalurkan KUR maksimal Rp3 triliun dan minimal Rpl ,85 triliun. "Diharapkan minimal itu bisa terlampaui meskipun efektif penyalurannya baru berjalan lancar pada Juni lalu."

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menyampaikan penyaluran KUR saat ini sudah sekitar Rp6,5 triliun dan sampai akhir tahun jika bisa mencapai Rp 13,5 triliun tergolong baik karena efektif penyaluran baru berjalan pada Juni.

Untuk itu pihaknya akan meningkatkan KUR dengan mendatangi setiap bank penyalur agar bisa memenuhi komitmen penyaluran kredit sesuai dengan proyeksi masing-masing bank.

"Sekarang persyaratan kreditnya sudah dipermudah. Jadi seharusnya penyaluran KUR pada semester kedua ini bisa lebih cepat, termasuk setelah plafon kredit KUR tanpa agunan dinaikkan bisa mencapai Rp20 juta."

Sjarifuddin menyampaikan saat ini suku bunga KUR juga sudah tergolong rendah di kisaran 14% dan persoalan untuk menurunkan kembali harga, itu sepenuhnya diserahkan ke perbankan karena sangat ditentukan oleh biaya dana yang dikeluarkan setiap bank penyalur.

Lebih lonqqar

Direktur Bank Mandiri Sunarso mengutarakan penyaluran KUR pada semester optimistis akan tumbuh sesuai target minimalnya Rp 1,85 triliun karena relaksasi persyaratan kredit sudah lebih longgar dan permintaannya juga membesar.

Penyaluran KUR sampai Mei 2010 terhambat karena ketentuan kreditnya yang masih ketat seperti persyaratan nasabah penerima KUR tidak boleh menerima dua kali dari KUR tahun lalu, dan juga tidak sedang menerima kredit dari bank.

"Saat ini, semua persyaratan yang menghambat itu sudah dihilangkan dan sehingga untuk meningkatkan penyaluran sampai akhir tahuh akan lebih baik baik yang dilakukan ke nasabah UKM perorangan maupun melalui linkage program dengan BPR dan koperasi."

Sunarso memaparkan penyaluran KUR tersebar ke sejumlah sektor yang dibagi dalam dua kelompok besar yakni sektor pertanian mencakup perkebunan, perikanan dan peternakan, serta nonpertanian seperti perdagangan, jasa dan industri olehan.

Kualitas kredit KUR juga tergolong baik dengan angka kredit bermasalah hanya sekitar 1,7% dan akan dipelihara pada kisaran tersebut.

"Kalau suku bunga bagi UKM itu sebenarnya tidak terlalu masalah karena mereka tidak sensitif, tapi yang penting adalah kemudahan akses pembiayaan, termasuk kredit tanpa agunan yang cukup memudahkan."

Pemerintah menunjuk enam bank menjadi penyalur kredit usaha rakyat yaitu BRI. Bank Mandiri, BNI, BTN, Bank Bukopin serta Bank Syariah Mandiri. Tahun ini, diikutsertakan pula kalangan bank pembangunan daerah.

Sumber : Bisnis Indonesia. KeMenKop dan UMKM


Penyaluran Kredit Meningkat Rp 7,3 Triliun Dalam Sepekan

Posted by Gema Bina Mandiri On 0 komentar

penyaluran-kredit
TEMPO Interaktif, Jakarta --Penyaluran kredit perbankan mengalami peningkatan Rp 7,34 trilun dalam sepekan terakhir. "Rentang suku bunga dasar kredit industri perbankan turun 5 basis poin," Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah melalui surat elektronik, 26 Agustus 2010.

Sejak awal tahun hingga pekan ketiga Agustus ini , kredit tumbuh 11,85 persen dibanding periode yang sama tahu lalu, pertumbuhan sudah mencapai 19,5 persen.

Suku bunga dasar kredit rupiah turun dari 5,91 persen menjadi 5,85 persen. Turunnya suku bunga dasar kredit rupiah disebabkan turunnya bunga bank swasta sebesar 9 basis poin.

Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bank kecil yang turun 12 basis poin. Bank besar mengalami penurunan 7 basis poin dan bank menengah tidak mengalami perubahan.

Peningkatan kredit juga diiringi naiknya dana pihak ketiga. "Setelah turun selama dua minggu terakhir, DPK naik cukup besar," kata Difi. Dana pihak ketiga tumbuh sebesar Rp 11,03 triliun atau tumbuh 5,04 persen sejak awal tahun. Pertumbuhan tahunan dana pihak ketiga  mencapai 14,52 persen.

Kenaikan dana pihak ketiga berasal dari rupiah sebesar Rp 7,76 triliun dan valas Rp 3,27 triliun. Kenaikan terbanyak berasal dari giro sebesar Rp 10,38 triliun dan deposito Rp 2,05 triliun. Tabungan justru mengalami penurunan sampai Rp 1,4 triliun. "Kenaikan giro terkait meningkatnya penyaluran kredit dan transaksi nasabah besar," kata dia.

FAMEGA SYAVIRA

Sumber: Yahoo News, Tempo - Kamis, 26 Agustus 2010


Kredit untuk UMKM Meningkat

Posted by Gema Bina Mandiri On Jumat, 20 Agustus 2010 0 komentar

JAKARTA - Kredit usaha mikro, kecil, dan menengah terus tumbuh. Sampai Juni 2010, kumulatif kredit yang terserap Rp 835 ,8 triliun. Menurut Direktur Kredit Badan Perkreditan Rakyat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bank Indonesia Edy Setiadi, Minggu (15/8), ekspansi kredit UMKM tahun 2010 mencapai Rp 98,4 triliun, atau 52,6 persen dari total kredit nasional.

Dibandingkan dengan tahun 2009, kredit UMKM tahun ini untuk periode yang sama tumbuh 24,1 persen. "Ini, antara lain, karena adanya dorongan agar kredit usaha rakyat (KUR) semakin ditingkatkan," kata Edy.

Sebanyak enam bank dan 13 bank pembangunan daerah dilibatkan dalam penyaluran KUS.

Edy menjelaskan, dalam rencana bisnis perbankan yang baru, perbaikan rencana bisnis awal 2010 ada kenaikan 4-5 persenalokasi kredit UMKM. Dalam rencana awal ditetapkan kredit Rp 173 triliun. "Selama ini, kesulitan UMKM mendapat kredit antara lain karena adanya syarat agunan tambahan," ujar Edy.

BTN

Corporate Secretary Bank BTN Rakhmat Nugroho menyebutkan, sebagian besar kredit BTN disalurkan kepada UMKM. BTN adalah satu dari enam bank yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan KUR "Meskipun ada sebagian kecil kredit yang menopang perumahan dan konstruksi," kata Rakhmat

Sepanjang semester 1-2010, aset BTN tumbuh 25.14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Adapun dana pihak ketiga tumbuh 17 persen dan kredit tumbuh 30 persen.

Laba BTN semester 1-2010 tumbuh hampir 100 persen dibandingkan periode yang samatahun 2009. Adapun kredit bermasalah mencapai 3,4 persen dan rasio kecukupan modal 19 persen.

Pada Jumat lalu, BTN dengan PT Permodalan BMT Ventura menandatangani kerja sama pemberian fasilitas kredit modal kerja bagi anggota PT Permodalan BMT Ventura maksimal Rp 1 miliar untuk setiap BMT.

Acara itu dihadiri Direktur Housing Commercial Banking BTN Purwadi dan Direktur Utama PT Permodalan BMT Ventura Saat Suharto.

Sumber : Kompas, KeMenKop dan UMKM


Indonesia Termahal dalam Mendapatkan Dana Investasi

Posted by Gema Bina Mandiri On Selasa, 10 Agustus 2010 0 komentar

Jakarta, (APIndonesia.com). Laporan Penelitian tentang Hambatan Kritis Pembangunan di Indonesia yang dilakukan secara gabungan antara Bank Pembangunan Asia (ADB), Bank Pembangunan Islam (IDB), dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Jakarta, Selasa (10/8/2010) tentang biaya mendapatkan dana investasi di Indonesia dilaporkan tertinggi di Asia Tenggara yang mengakibatkan rendahnya pencairan kredit yang dilakukan oleh perbankan di dalam negeri.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, tingkat suku bunga riil Indonesia relatif tinggi.

Sejak tahun 1997, atau pada saat krisis moneter melanda, suku bunga pinjaman Indonesia lebih tinggi dibanding suku bungan pinjaman di kawasan Asia Tenggara. Pada Desember 2009, suku bunga injaman riil di Indonesia dilaporkan mencapai 10,9 persen

Dibandingkan negara lain, suku bunga pinjaman riil itu jauh lebih tinggi.  Malaysia dengan suku bunga pinjaman riilnya hanya mencapai 3,8 persen, Filipina 3,8 persen, Singapura 6,1 persen,Thailand yang hanya 2,3 persen.

Laporan ini menyebutkan penyebab tingginya suku bunga pinjaman di Indonesia, diantaranya  tingginya ongkos untuk meminjan dana di Indonesia. Kedua, rendahnya tingkat saving (tabungan) masyarakat di Indonesia serta fungsi intermediasi lembaga keuangan domestik yang tidak efisien.

Mohammad Ehsan Khan (Ekonom Utama ADB), mengatakan, masalah yang muncul di Indonesia adalah beralihnya keinginan investor besar untuk mendapatkan pendanaan dari bank. "Mereka cenderung mengalihkan perburuan dananya ke obligasi, terutama dari pasar luar negeri," ungkapnya. (KPS)

Sumber: Situs Berita APIndonesia.Com, Tuesday, 10 August 2010


Semester I, Outstanding KUR BRI Capai Rp 16,7 Triliun

Posted by Gema Bina Mandiri On Jumat, 06 Agustus 2010 0 komentar

JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menargetkan outstanding Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa menyentuh Rp 19,8 hingga akhir tahun ini. Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali menyatakan, outstanding penyaluran KUR BRI hingga akhir Juni 2010 diperkirakan mencapai Rp 16,7 triliun.


DPR akan Gulirkan RUU LKM

Posted by Gema Bina Mandiri On Selasa, 03 Agustus 2010 0 komentar

Sukabumi - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digulirkan selama ini seringkali tidak tepat sasaran dan menyulitkan sektor usaha mikro. Pasalnya pemerintah juga tidak membuat amran yang jelas dan detil tentang penyaluran tersebut.

Anggota DPR RJ Komisi VI Pasha Ismaya Sukardi membenarkan adanya kelemahan yang terjadi dalam penyaluran KUR tersebut. Menurut dia, selama ini banyak debitur yang dapat mem-peroleh pinjaman secara ganda, baik dari lembaga keuangan komersil maupun dari lembaga non komersil seperti koperasi.

"Padahal seharusnya jika sudah dapat memperoleh pinjaman dari salah satu lembaga kreditur, pengusaha tersebut tidak boleh meminjam lagi ke lembaga keuangan lainnya. Itu akan merugikan usaha mikro yang belum memperoleh kredit" keluh Pasha usai menggelar acara reses DPR RI yang berlangsung di kawasan Selabintana Sukabumi, kemarin.

Selain masalah penyaluran,

Pasha juga melihat adanya kesulitan proses dalam pengajuan pinjaman KUR yang berbelit-belit sehingga tidak mudah diserap oleh pengusaha mikro dengan nilai pinjaman berkisar Rp 0 hingga Rp 5 juta. Akibatnya para pengusaha kelompok itu lebih memilih pinjaman kepada bank keliling yang bunganya tentu saja mencekik debitur.

Untuk mengatasi masalah pemberian pinjaman modal kepada para pengusaha dari kelompok mikro tersebut, dalam waktu dekat DPR RI akan menggulirkan

Rancangan Undang-Undang tentang Lembaga Keuangan Mikro. RUU tersebut menurut Pasha juga akan menetapkan adanya sebuah lembaga non koperasi yang nantinya akan berfungsi mengelola penyaluran kredit bagi usaha mikro yang besarannya antara Rp 0 sampai dengan Rp 5 juta. Namun Pasha belum dapat menjelaskan nama lembaga tersebut dan apa badan hukumnya.

"Lembaga tersebut fungsi utamanya adalah untuk membantu para pengusaha yang berada dalam katagori mikro, bukan untukusaha kecil atau menengah, selain itu RUU juga akan mengatur tentang pembinaan yang harus dilakukan kepada mereka para kreditur tersebut," papar dia

Walaupun KUR sasarannya belum maksimal namun masih diperlukan keberadaannya, oleh karena itu menurut Pasha pemerintah pada tahun 2011 kembali akan menaikkan nilai KUR dari Rp 13 triliun pada tahun ini menjadi Rp 19 triliun pada tahun 2011 mendatang. Sementara jumlah kredit macet (NPL) KUR hingga saat ini mencapai Rp 60 triliun.

Sumber : Neraca, KeMenKop dan UMKM


Plafon KUR jadi Rp20 juta, Pemerintah genjot pelaku usaha mikro

Posted by Gema Bina Mandiri On Senin, 02 Agustus 2010 0 komentar

JAKARTA Pemerintah memutuskan untuk meningkatkan alokasi batasmaksimal pengucuran nilaikredit usaha rakyat (KUR)bagi usaha mikro yang semula maksimal Rp5 juta menjadi Rp20 juta.

Langkah itu diambil guna meningkatkan minat wirausaha untuk masuk ke sektor hulu industri pertanian, kelautan, dan industri kecil.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan keputusan untuk menaikkan alokasi kredit bagi usaha mikro tersebut telah disetujui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang paripurna di Istana Presiden yang berlangsung kemarin.

"Rapat tadi menyetujui usulan kami khusus untuk kredit yang berkaitan dengan sektor hulu tersebut yang tadinya untuk [usaha] mikro, plafonnya maksimum Rp5 juta tanpa agunan dinaikkan hingga Rp20 juta tanpa agunan," ujarnya.

Perubahan plafon KUR bagi usaha mikro tersebut, jelasnya, akan segera direalisasi. Keputusan itu selanjutnya akan diperkuat oleh keputusan Menteri Keuangan, dan dibuat MoU. Sementara itu, kalangan perbankan sudah menyatakan peningkatan penyaluran KUR bagi usaha mikro itu dinilai sudah cukup efektif.

Menurut dia, prioritas pengucuran peningkatan plafon kredit menjadi Rp 20 juta tersebut, prioritas utamanya untuk dimanfaatkan kalangan usaha mikro yang ada di bagian hulu sektor pertanian, kelautan, dan industri kecil.

Pemerintah, ujarnya, menginginkan setidaknya paling tidak 25% usaha mikroakan tertarik untuk mengembangkan bisnisnya di sektor hulu pertanian, kelautan dan industri kecil, daripada di sektor perdagangannya.

"Segera kita lakukan perubahan ini [meningkatkan kucuran maksimal KUR bagi usaha mikro dari Rp5 juta menjadi Rp20 juta)," ujarnya.

Ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Erwin Aksa menilai positif langkah pemerintah untuk menaikkan plafon KUR karena pengusaha UKM membutuhkan akses permodalan yang lebih besar.

Naikkan penjaminan

Hatta juga mengatakan pemerintah akan menaikkan penjaminan KUR yang semula 70% menjadi 80%. dengan tujuan pengucuran kredit menjadi makin terakselerasi.

Percepatan serapan kredit tersebut, tambahnya, juga akan disokong dengan pembinaan dari sektor pertanian, perikanan dan kelautan, inudtsri, dan UMKM di pemerintahan terhadap calon penerima KUR, dengan melakukan pendataan di tingkat kecamatan.

"Dengan demikian ketika pembinaan berjalan, perbankan kita menyalurkan KUR. Dengan begitu kita bisa mendorong tumbuhnya usahawan baru dengan menaikkan plafon serta pembinaan," lanjutnya.

Dengan kebijakan baru tersebut, pe-merirftah optimistis pencapaian kucuran KUR pada tahun ini bisa melebihi target, dari semestinya Rp 13,155 triliun di1 harapkan menjadi Rpl7 triliun-Rpl8 triliun pada 2010.

Percepatan KUR sendiri sudah terlihat sejak tahun ini, setelah sempat menurun pada 2009 menjadi sekitar Rp 4 triliun akibat dampak krisis ekonomi, padahal pada 2008 total penyalurannya sempat mencapai angka belasan triliun rupiah.

Sumber : Bisnis Indonesia, KeMenKop dan UMKM


Plafon KUR Naik Empat Kali Lipat

Posted by Gema Bina Mandiri On 0 komentar

JAKARTA. Kabar gembira bagi masyarakat yang ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah menaikkan plafon atau batas pinjaman maksimal untuk kredit tanpa agunan, dari sebelumnya cuma Rp 5 juta menjadi Rj 20 juta.

Keputusan ini lahir dalam sidang kabinet paripurna, Kamis (28/7). "Tapi, ini berlaku khusus untuk kredit di sektor hulu, seperti pertanian, perikanan, dan industri," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa

Menurut Hatta, keputusan pemerintah menaikkan plafon KUR tanpa agunan akan mendongkrak lebih dari 400.000 pelaku usaha mikro dan kecil naik status. Misalnya, pengusaha mikro naik kelas menjadi pengusaha kecil.

Nah, supaya pelaku usaha yang mengajukan KUR tanpa agunan tersebut makin banyak, Hatta mengatakan, kementerian dan lembaga yang menangani sektor hulu akanmenggelar sosialisasi dan melakukan pendataan terhadap warga yang layak mendapatkan kredit itu. Dengan begitu, perbankan lebih mudah menyalurkan KUR.

Dengan penambahan plafon KUR tanpa agunan itu, pemerintah berharap, jumlah penerima kredit itu di sektor pertanian, perikanan, dan industri naik minimal 2596dSntotal 2,9 juta orang saat ini.

Hatta mengungkapkan, hingga kini penyerapan KUR baru sebesar Rp 5,3 triliun. Angka tersebut masih jauh dari target maksimal penyaluran KUR tahun ini yang mencapai Rp 18 triliun. Penyebabnya, "Penyaluran KUR baru berjalan pada Maret 2010 lalu," ungkap dia.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan bilang, kalau target penyaluran KUR tahun ini tak tercapai, pemerintah akan mengalihkannya tahun depan.

Sumber : Harian Kontan,KeMenKop dan UMKM


50% Bantuan UKM tersalurkan

Posted by Gema Bina Mandiri On Kamis, 29 Juli 2010 0 komentar

JAKARTA Kementerian Koperasi dan UKM memastikan penyaluran dana bantuan sosial bagi pemberdayaan sekitar 2.600 kelompok pemuda dan wanita pelaku usaha mikro, sampai saat ini sudah terealisasi sekitar 50%.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, mengatakan belum bisa memberikan angka detail penerima dana bantuan itu berdasarkan kelompoknya,.yakni pemuda dan wanita.

"Yang pasti, kami telah merealisasikannya sekitar 50% untuk tahap pertama. Jumlah pasti kelompok wanita maupun pemuda yang sudah menerima, akan kami pastikan beberapa hari ini," katanya, kemarin.

Sumber : Bisnis Indonesia, KeMenKop dan UMKM